Jumat, 13 Maret 2015

001. SKEMA ATAU GAMBARAN MENGENAI SIKLUS PERPUTARAN UANG DALAM SUATU NEGARA



Sebelum membahas perputaran uang di suatu negara , dibawah ini adalah sejarah mengenai uang
Masih ingat pelajaran sejarah? tahun 1945 adalah akhir dari perang dunia ke-2 dan berakhirnya pendudukan jepang di indonesia yang sekaligus negara kita memproklamirkan kemerdekaanya, apakah indonesia benar-benar merdeka?

Pasca kemerdekaan perekonomian indonesia bukannya membaik, malah terpuruk karena sistem keuangan yang tidak terkontrol
Perlu sobat ketahui sebelum kemerdekaan mata uang yang digunakan yaitu "Gulden", mata uang warisan Belanda, hingga 3 tahun terakhir pendudukan Dai Nippon, digunakanlah Gulden versi Dai Nippon yang disebut "Roepiah",
Tetapi tidak bisa secepat itu menarik peredaran Gulden Hindia Belanda digantikan Roepiah Jepang, sampai akhirnya jepang menyerah kepada sekutu tahun 1945

Masa revolusi kemerdekaan inilah sistem keuangan tidak terkontrol, karena masa transisi antara pemerintah RI, Jepang dan Sekutu-NICA mata uang Gulden dan Roepiah Jepang membuat inflasi terhadap harga barang-barang di tengah masyarakat

Hingga akhirnya pada tahun 1946 Republik Indonesia mulai mencetak uang sendiri dengan nama ORI (Oeang Republik Indonesia) yang bertuliskan Republik Indonesia dan ditandatangani oleh menteri keuangan

ORI ini diberikan gratis kepada negara bukan pinjaman bukan hutang dan rakyat indonesia tidak perlu dibebani oleh pajak untuk membayar hutang (UU pasal 18 11/1953 tentang penetapan undang-undang pokok bank indonesia)

Saat itu ditetapkan pemerintah setiap 10 rupiah ORI nilainya sama dengan 5 Gram Emas, dan secara bertahap peredaran Gulden dan Roepiah Jepang ditarik, ditukar dengan mata uang ORI

Tetapi distribusi uang ORI juga mengalami banyak kendala, selain waktu itu masih daerah kekuasaan sekutu juga terkait Agresi militer Belanda, sehingga masa itu banyak sekali versi mata uang yang dikeluarkan, bahkan pemerintah daerah pun mencetak mata uang sendiri dan akhirnya ORI pun tidak bisa menjadi mata uang negara

Kisruh sistem keuangan ini menyebabkan krisis perekonomian sepanjang dekade 50an, hingga pada awal tahun 60an pemerintah AS dan World Bank yang digagas pada konfrensi Bretton Wood, menawarkan pinjaman dengan berbagai persyaratan, tetapi ditolak oleh Presiden Soekarno

Sobat mungkin masih ingat Program Bretton Wood Sytem ditujukan untuk mengontrol sistem keuangan negara lain dengan mata uang Dollar, targetnya negara-negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi karena sistem keuangan di negara tersebut runtuh

Pasca penolakan penawaran tersebut terjadi kekacauan, tragedi huru hara dan tragedi pembantaian tahun 1965 - 1966. Sangat panjang sekali jika dijelaskan latar belakang kekacauan ini, hingga akhirnya kedudukan Soekarno diganti oleh Soeharto

Presiden Soeharto dengan membawa program stabilitas yang dirumuskan bersama IMF, yang memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor asing sampai dengan pendirian Bank Sentral (UU 13/1968 tentang pendirian Bank Sentral)

Pokok dari UU tersebut yaitu mencabut UU sebelumnya dan merubah sistem keuangan negara menjadi keuangan yang dihutangkan kepada negara, BI diberikan wewenang sebagai bank sentral untuk mencetak uang dan mengatur sistem moneter di negara kita

Sobat pasti ingat dengan sistem keuangan FED yang diterapkan di Amerika, Uang adalah Hutang

Sejak saat itu, sistem keuangan negara kita menggunakan sistem keuangan hutang,
Ketika pemerintah membutuhkan rupiah maka Pemerintah harus mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN), yang nantinya akan ditanggung oleh rakyat melalui pajak

Seperti yang sudah saya share di Sejarah Uang, pemegang kekuasaan saat ini di suatu negara, selain pemerintah juga Perbankan atau pelaku sistem keuangan
Termasuk indonesia, Perbankan adalah salahsatu penguasa di tanah air kita.. mau bukti?

Jika sobat mengenal istilah Surat Hutang Negara? atau lebih dikenal dengan Obligasi
Obligasi di indonesia dibagi dua jenis sesuai dengan jangka waktunya, Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Ya... What ever its name, pokoknya itu hutang yang harus ditanggung negara dan dibebankan kepada masyrarakat melalui kewajiban pajak.... Ngeri kali khan sob?

Ok mari kita amati prosedur perputaran sistem keuangan negara kita,
Kita buat simple bayangkan ketika di indonesia ini Rupiah BI belum beredar sama sekali dan kita jelaskan satu siklus peredaran mata uang Rupiah dari BI

Pertama, Pemerintah akan menerbitkan SUN dan memberikan kepada BI,
Katakanlah nominal yang akan dipinjam 120juta rupiah dengan jangka waktu 12 bulan dikenakan bunga 10% pertahun, dalam 1 tahun pemerintah harus mengembalikan pinjaman 120 juta rupiah + 12 juta rupiah

Kedua, Setelah BI menerima SUN, maka BI mulai mencetak uang kertas Rupiah sesuai nominal yang diterbitkan oleh SUN dan 100juta rupiah dicetak BI dengan berbagai pecahan

Ketiga, Rupiah diterima pemerintah dan dibelanjakan ke peredaran, sesuai Anggaran Belanja Negara, katakanlah uang 120 juta rupiah itu digunakan untuk gaji pegawai, proyek pembangunan, subsidi kesehatan, pendidikan, santunan kemiskinan dll

Keempat, Rakyat menerima Rupiah hasil bekerja dengan segala profesinya atau menjual barang yang dimiliki
120juta rupiah atau mungkin kurang dari itu sudah beredar di masyarakat

Kelima, Rakyat harus membayar pajak, mulai dari gaji yang diterima, kekayaan yang dimiliki sampai pajak jual beli barang,
Apakah dengan pungutan pajak tersebut uang 120juta rupiah yang sudah tersebar apakah bertambah?
Tidak sobat karena dari awal BI hanya mencetak 120juta Rupiah saja

Keenam, Pajak yang sudah terkumpul dari rakyat dibelanjakan lagi oleh pemerintah, dan untuk membayar cicilan pinjaman pada BI + Bunga,
Apakah uang 120juta tetap beredar di masyarakat? tidak sobat karena sebagian sudah masuk lagi ke BI dalam bentuk pengembalian pinjaman melalaui cicilan bulanan

Nah loh, koq jadi berkurang? inilah kekuatan Fiat Money, yang menguntungkan para bankir

Nah setelah 1 tahun rupiah pasti habis, malah masih menyisakan hutang 10% dari 120 juta yang beredar tahun lalu, bagaiman selanjutnya? karena jika tidak ada mata uang yang beredar akan terjadi bencana perekonomian di negara,
Maka pemerintah akan menerbitkan surat hutang kembali supaya BI bisa mencetak Rupiah dan perekonomian tetap stabil,

Tidak perlu menunggu 1 tahun pemerintah megeluarkan SUN lagi, mungkin bulan pertama cicilan pemerintah akan menambah surat hutang nya, karena peredaran mata uang harus selalu terjaga, dengan nominal yang disesuaikan dengan tingkat laju perekonomian di masyarakat, pertumbuhan sektor ril, populasi penduduk dll

Begitu seterus-nya siklus pencetakan rupiah dalam sistem keuangan negara kita
So... jangan heran ketika sobat mendengar Hutang Abadi,
Dengan sistem keuangan, uang adalah hutang, ga pernah bisa menutupi hutang sampai kapanpun, masih ga percaya?
Lihat saja tren kenaikan Surat Utang Negara di  (Direktorat Jendral Pengelolaan Utang), tiap tahun kenaikan SUN sampai dengan ratusan triliun,
woow amazing.... gimana ya bentuk duit ratusan triliun???  :)

Saat ini uang-uang Rupiah tersebut tidak semua dalam bentuk cash, Ada 2 jenis Rupiah,

Pertama, disebut Currency Money yaitu Rupiah dalam bentuk kertas yang ada dalam peredaran atau disebut juga Base Money

Kedua, disebut Demand Money yaitu Rupiah dalam bentuk digital yang dideposit dalam server-server bank

Masih ingat rumusan Fractional Reserve? ya, rasio 10:90...
bank cukup menyediakan 10% uang kertas cash yang ada di ATM-ATM atau brankas Bank, sedangkan 90% uang bebas dalam bentuk Digital

So, bagaimana jika masyarakat/nasabah menarik uang kertas secara bersamaan karena tidak percaya terhadap bank, katakanlah kondisi politik atau keamanan saat itu tidak stabil? inilah yang disebut Liquidasi, Rush atau Kekurangan uang kertas, sehingga bank tersebut terkena liquidasi atau bankrut,
Siapa yang akan menjamin uang nasabah dan menyelamatkan sistem keuangan??? Pemerintah pastinya...
Darimana Pemerintah dapat uang??? Dari Bank Indonesia pastinya...
Darimana BI bisa mencetak uang?? balik lagi BI mencetak uang berdasarkan Surat Utang Negara
Siapa yang akan menanggung SUN??? Rakyat tentunya, ckckckck

Masih ingat krisis moneter tahun 1998? banyak sekali bank yang mengalami liquidasi, masyarakat panik menarik deposit nya di bank secara bersamaan karena kondisi politik yang sedang tidak stabil dan pemerintah harus mengeluarkan SUN yang pembayarannya akan ditanggung oleh rakyat

     "Sistem perbankan modern memproduksi uang dari ketiadaan. Prosesnya mungkin merupakan teknik sulap yang sangat mengherankan yang pernah ditemukan. Perbankan dikandung dalam ketidakadilan dan terlahir dalam dosa. 
     Para bankirlah yang menguasai dunia ini, meskipun kau ambil dunia ini darinya, tetapi kalau kau tetap tinggalkan kekuasaan untuk menciptakan uang dan mengendalikan kredit, maka hanya dengan kibasan pena, mereka akan menciptakan uang untuk membelinya kembali. 
     Namun jika kau ingin tetap menjadi budak para bankir dan membayar biaya perbudakanmu, biarkanlah mereka menciptakan uang dan mengendalikan kredit"

Manajemen Keuangan (financial management) merupakan manajemen yang mengelola masalah keuangan perusahaan, di mana manajemen keuangan sangat berperan dalam keberhasilan suatu perusahaan. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan yang efektif dan efisien sangat menunjang dalam mencapai sasaran jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang perusahaan yaitu perolehan keuntungan, pertumbuhan dan perluasan usaha, karena manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.
Fungsi manajemen keuangan merupakan faktor pendukung dalam mengendalikan semua aktivitas yang terjadi di perusahaan itu sendiri, baik secara internal maupun eksternal serta dalam hal pengambil keputusan dalam perusahaan guna mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang karena hal tersebut berkaitan erat dalam memaksimalkan nilai perusahaan. Secara khusus, fungsi keuangan tiap perusahaan berbeda satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. perbedaan ini biasanya tergantung dari jenis usaha yang dijalankan serta besar kecilnya aktivitas perusahaan tersebut. oleh sebab itu dari fungsi manajemen keuangan ini, perusahaan dapat menentukan seberapa besar kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Arus Perputaran Siklus Ekonomi (circular flow diagram)
Kegiatan perekonomian suatu negara dan pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat dalam perekonomian tersebut dapat dilihat dari circular flow diagram di bawah ini.

1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.

a.Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem
Dalam corak kegiatan ekonomi subsistem penerima-penerima pendapatan, dalam hal ini rumah tangga, tidak menabung, dan para pengusaha tidak menanam modal. Dalam masyarakat yang seperti ini aliran pendapatannya adalah seperti yang tampak pada Gambar berikut :
Description: http://4.bp.blogspot.com/_hJQJ-dIOUAY/S8ltFCpAFWI/AAAAAAAAAho/O_3GfKOnd1o/s400/flow1.bmp

Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sekiranya sektor produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian, pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Ini adalah gambaran yang sangat sederhana yang terjadi pada suatu perekonomian, di mana kegiatan perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter.

b.Corak Perekonomian Modern
Dalam perekonomian yang lebih maju, penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada pengusaha yang akan menggunakannya untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal.
Description: http://3.bp.blogspot.com/_hJQJ-dIOUAY/S8ltUlBNJqI/AAAAAAAAAhw/ZhOgzJa5FQM/s400/flow2.bmp


2.Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor
Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.
Description: http://1.bp.blogspot.com/_hJQJ-dIOUAY/S8ltiV08i3I/AAAAAAAAAh4/iGIsHtqT1as/s400/flow3.bmp


3.Kegiatan Ekonomi Empat Sektor
Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
Description: http://2.bp.blogspot.com/_hJQJ-dIOUAY/S8ltuwN7M1I/AAAAAAAAAiA/_QP6-b6ne2I/s400/flow4.bmp

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar